Saat di depan pintu pengembara
engkau rela mengucurkan keringat
berdiri dan bernada
demi menunggu seorang yang tak
memikirkannya

Engkau masih menunggu
hingga burung gereja bermunculan
untuk memberitau engkau untuk berteduh
dari miliaran titik hasil awan

Sahabatmu berkata
menyerahlah kamu wahai sahabat
dia tidak lupa denganmu
tapi dia lupa kau ada disini