Kalau sebelumnya kita bahas google asisten virtual lucu sekarang lebih serius sedikit yaitu belajar kelas virtual. Beberapa tahun lalu tepatnya 2013 saya pernah membahas tentang bagaimana membuat website dengan CMS (apa itu cms?), dari sana saya mulai mengenal LMS yaitu Learning Management System. Pada prinsipnya LMS adalah cara belajar E-Learning dengan materi-materi yang dapat diunduh atau dimainkan secara online.

Nah metode belajar E-Learning sendiri ternyata sudah saya lakukan sebelumnya, jauh sebelum saya tahu istilahnya sekitar tahun 2004. Kelas Virtual merupakan perkembangan dari e-learning itu sendiri, perbedaannya ada pada pelaksanaannya. Teknologi video call dan berbagi layar digunakan dalam metode kelas virtual, bersama pembimbing atau guru langsung.

Hari ini 2020, kelas virtual bahkan lebih berkembang lagi dengan teknologi video meeting, tentunya dengan peserta lebih banyak.

Efektifitas Kelas Virtual

Menurut kami kelas virtual dalam aspek tertentu adalah metode pembelajaran yang paling efektif. Oleh karena beberapa faktor:

Peserta virtual tidak banyak teralihkan

Kalau saya dulu belajar di kelas suka menggambar saat guru sedang menerangkan. Kadangkala, memperhatikan betapa cantiknya si cewe arah jam 1, meski dari belakang. Bahkan, saya suka memperhatikan guru atau dosen yang “cakep”, hahaha. Karena tidak mudah teralihkan, ini meningkatkan fokus para peserta.

Pengajar tidak bisa hanya memberi tugas lalu ditinggal

Kalau dulu saya sering mendapati guru yang masuk kelas langsung kuis atau langsung memberi tugas, sekarang sudah tidak bisa. Hal ini karena guru atau dosen diwajibkan untuk secara aktif bekerja dalam meeting (ruang kelas virtual) dan itu diawasi oleh kepala sekolah. Pengawasan oleh otoritas yang lebih tinggi dulu tidak bisa dilakukan karena sangat tidak efektif karena harus berjalan dan berpindah dari kelas satu ke lainnya. Lagipula, kan bekerja dari rumah, masa iya kerjanya ngasi tugas trus nonton TV, secaranya dirumah sendiri lho, tidak ada yang ngawasi.

Pengajar dapat gambaran close up peserta didik

Gambaran close up ini membuat guru atau pengajar berasa lebih dekat dengan para peserta didik di dalam kelas virtual. Tidak seperti dulu, mungkin nama murid yang duduk ditengah bakal lebih sering lupa daripada yang paling depan atau paling belakang.

Kendala dan Kekurangan Kelas Virtual

Dari sekian kelebihan tersebut kelas virtual juga memiliki kekurangan.

Tidak semua peserta didik punya akses Internet yang mumpuni

Coba bayangkan jika kita ada di pelosok pedesaan?, bagaimana kita bisa dapat jaringan yang stabil. Tidak ada jaringan fiber optik seperti kota besar atau juga tidak banyak gerai isi ulang pulsa. Alhamdulillah pemerintah dan provider ISP memahami kondisi ini dengan bekerjasama mengeluarkan paket internet khusus pelajar. Yang kami tahu dan mungkin bisa anda cek paket internet kelas online melalui halaman tanya veronika asisten virtual ini. Pada halaman tersebut ada cara bagaimana cara bertanya pada veronika.

Kami yakin segalanya berangsur baik-baik saja

Jika kita pernah mengikuti atau membaca suatu bahasan tentang dampak sekolah tanpa ketemu seperti ini, kebanyakan menyoroti sisi negatifnya saja. Kami percaya segalanya memiliki sisi positif dan negatif, namun sayangnya, orang suka menyimak hal-hal negatif. Padahal berita negatif dan informasi negatif per satu informasinya, akan mematahkan per satu optimisme kita. Seprti loop atau paradoks, jika kehilangan optimisme maka kekhawatiran muncul, hormon dari kekhawatiran melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang terjangkit bertambah, dan berita negatif dapat tambahan amunisi baru. Berita negatif tersebut dikonsumsi lagi, terus circle ini terus menerus berlangsung tanpa henti.

Sudahlah ikhlaskan saja, cukup tahu cara meningkatkan kebersihan diri, laksanakan protokol yang anda tahu serta lakukan apapun untuk membentuk imun tubuh lebih kuat dan baik.

Oke, sampai disini tulisan saya ini, jika kita sampai pada titik itu, kembali lah kesini dan ceritakan pengalaman kalian.